![]() |
|
DETEKSI DINI PAYUDARA 2008-10-13, Telah dibaca 5 kali. SARARIBanyak yang telah mengenal istilah SARARI yang merupakan kependekan dari PemerikSAan PayudaRA SendiRI. Akan tetapi tidak sedikit pula yang mengetahui tata cara pelaksanaan dar SARARI itu sendiri. Sebelumnya kita sendiri perlu tahu mengenai apakah itu SARARI, tujuan apa yang hendak dicapai dengan pelaksanaan SARARI dan yang paling penting adalah step by step pelaksanaan SARARI itu sendiri.
·
Apa : Pemeriksaan payudara yang dilakukan
diri sendiri ·
Tujuan : Untuk mengevaluasi apakah ada perubahan dini
yang mencurigakan ke arah kanker, dimana a. Keganasan payudara
menempati peringkat ke dua terbanyak
yang menyebabkan kematian pada wanita di Indonesia, setelah kanker leher
rahim b. Semakin awal
kelainan diketahui, hasil pengobatan semakin baik c. Payudara kita tidak
diperiksa secara rutin oleh dokter d. Tanpa biaya ·
Rutin
dilakukan tiap bulan pada hari ke 7 dari hari pertama menstruasi atau rutin
tiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause ·
Dapat
dilakukan dimanapun · Dilakukan oleh setiap wanita yang memiliki payudara Selanjutnya adalah tahap persiapan, dan yang harus dipersiapkan antara lain :
·
Ruangan
tertutup ·
Penerangan
yang cukup ·
Cermin
yang memperlihatkan leher sampai pinggang ·
Pakaian
diatas pinggang dilepaskan · Kertas dan ballpoint untuk mencatat hasil pemeriksaan Setelah semua persiapan sudah siap SARARI siap dilakukan
1) 2) 3)
A. Inpeksi Payudara pada cermin dengan posisi lengan
menggantung bebas di samping tubuh 1) Inpeksi Payudara pada cermin dengan lengan menggantung bebas
di samping tubuh dari arah depan ·
Posisi
tubuh berdiri tegak dengan kedua tangan menggantung bebas di samping tubuh. ·
Periksa
kedua payudara dan area sekitarnya ·
Bandingkan
payudara kanan dan kiri, (normal ada sedikit perbedaan ukuran). Perbedaan
ukuran ini bersifat menetap. Payudara yang menyusui umumnya sedikit lebih besar. ·
Perhatikan
apakah tampak ada benjolan ·
Perhatikan
perubahan pada kulit seperti ü Bengkak ü Kulit yang
berbintik seperti kulit jeruk ü Kemerahan ü Kulit yang
tertarik, berlekuk atau terdapat gambaran atau cetakan pembuluh darah ü Luka ·
Perhatikan
perubahan pada areola (area kemerahan di sekitar puting susu) dan puting susu 1. Posisi areola dan puting
susu kedua payudara, apakah sama tinggi? 2. Posisi areola dan puting
susu, apakah tertarik ke arah tertentu atau tertarik ke dalam? 3. Mengeluarkan cairan
atau darah? 4. Luka 2) Inpeksi Payudara kanan pada cermin dengan lengan
menggantung bebas di samping tubuh dari arah samping kiri · Mengevaluasi
Inspeksi payudara sebelah kanan. Dengan cara tetap berdiri tegak dengan kedua
tangan tergantung di samping badan, putar badan 90 derajat ke kiri. Perhatikan sisi
samping kanan payudara apakah terdapat kelainan seperti yang telah dijelaskan
di atas 3) Inpeksi Payudara kiri pada cermin dengan lengan
menggantung bebas di samping tubuh dari arah samping kanan · Mengevaluasi
Inspeksi payudara sebelah kiri. Dengan cara tetap berdiri tegak dengan kedua
tangan tergantung di samping badan, putar badan 90 derajat ke kanan. Perhatikan
sisi samping kiri payudara apakah terdapat kelainan seperti yang telah
dijelaskan di atas B. Inpeksi Payudara pada cermin dengan posisi kedua lengan diangkat ke atas kepala
1) Inpeksi Payudara kiri pada cermin dengan posisi kedua lengan
diangkat ke atas dari arah depan ·
Perhatikan
saat menggerakkan kedua lengan ke atas, apakah kedua payudara ikut bergerak terangkat
secara bersamaan atau salah satu tertinggal. ·
Perhatikan
apakah ada kelainan pada payudara seperti telah dijelaskan pada point A,
terutama bagian payudara bawah ·
Tetap
angkat kedua tangan ke atas kepala, putar badan 90 derajat ke kiri dan ke
kanan, kemudian perhatikan sisi kanan dan kiri payudara serta area ketiak
apakah terdapat kelainan seperti telah dijelaskan pada point A. 2) Inpeksi Payudara kiri pada cermin dengan lengan
menggantung bebas di samping tubuh dari arah samping kanan ·
Tetap
angkat kedua tangan ke atas kepala, putar badan 90 derajat ke kiri, kemudian
perhatikan sisi kanan payudara serta area ketiak apakah terdapat kelainan
seperti telah dijelaskan pada point A. 3) Inpeksi Payudara kiri pada cermin dengan lengan
menggantung bebas di samping tubuh dari arah samping kanan ·
Tetap
angkat kedua tangan ke atas kepala, putar badan 90 derajat ke kanan, kemudian
perhatikan sisi kiri payudara serta area ketiak apakah terdapat kelainan
seperti telah dijelaskan pada point A. C. Inspeksi Payudara pada cermin dengan posisi kedua tangan berkacak pinggang 1) 2) 3)
1)
Inspeksi
payudara pada cermin dari arah depan dengan posisi kedua tangan berkacak
pinggang dan dengan dada yang dibusungkan ·
Perhatikan
apakah tampak tonjolan masa/ benjolan pada payudara. 2)
Inspeksi
payudara pada cermin dari arah samping kanan dengan posisi kedua tangan
berkacak pinggang dan dengan dada yang dibusungkan ·
Tetap
dengan posisi tangan pada pinggang dengan dada yang dibusungkan, putar badan 90
derajat ke kiri, kemudian perhatikan apakah apakah tampak tonjolan masa/
benjolan pada payudara 3)
Inspeksi
payudara pada cermin dari arah samping kiri dengan posisi kedua tangan berkacak
pinggang dan dengan dada yang dibusungkan ·
Tetap
dengan posisi tangan pada pinggang dengan dada yang dibusungkan, putar badan 90
derajat ke ke kanan, kemudian perhatikan apakah apakah tampak tonjolan masa/
benjolan pada payudara 2. Kedua adalah palpasi ketiak
A.
Palpasi ketiak kanan
menggunakan tangan kiri Periksa ketiak ·
Periksa
ketiak kanan. Posisikan tangan kanan menggantung bebas di samping tubuh.
Kemudian dengan menggunakan ujung jari ke dua, tiga dan empat tangan kiri telusuri
ketiak dan lengan kanan bagian dalam dari tepi lengan hingga ke puncak ketiak. ·
Perhatikan
apakah ada benjolan pada area tersebut. B. Palpasi ketiak kiri menggunakan tangan kanan Periksa ketiak ·
Periksa
ketiak kiri. Posisikan tangan kiri menggantung bebas di samping tubuh. Kemudian
dengan menggunakan ujung jari ke dua, tiga dan empat tangan kanan telusuri
ketiak dan lengan kiri bagian dalam dari tepi lengan hingga ke puncak ketiak. ·
Perhatikan
apakah ada benjolan pada area tersebut.
A. Memencet puting susu kanan dengan kedua tangan Periksa apakah puting susu mengeluarkan
cairan ·
Dengan
kedua tangan lakukan gerakan mengurut payudara dari pangkal sampai ujung
(puting susu) ·
Perhatikan
a.
Keluar
cairan atau darah b.
Warna
cairan c.
Lubang
tempat keluarnya cairan B. Memencet puting kiri dengan kedua tangan Periksa apakah puting mengeluarkan cairan ·
Dengan
kedua tangan lakukan gerakan mengurut payudara dari pangkal sampai ujung
(puting susu) ·
Perhatikan
a.
Keluar
cairan atau darah b.
Warna
cairan c.
Lubang
tempat keluarnya cairan
A. Palpasi payudara kanan dengan posisi berbaring
menggunakan tangan kiri Ambil
posisi berbaring ·
Periksa
payudara kanan dengan meletakkan bantal kecil di bawah punggung kanan dan mengangkat
lengan kanan ke atas. ·
Menggunakan
telapak jari ke dua, tiga dan empat tangan kiri, raba payudara dengan sedikit
tekanan dan gerakan memutar. ·
Periksa
seluruh permukaan payudara dari dalam (dari ujung puting) ke arah luar ·
Perhatikan
apakah teraba benjolan atau massa, kemudian perhatikan: 1) Letak 2) Ukuran panjang dan
lebar serta ketebalan 3) Permukaan rata atau
tidak (berdungkul) 4) Konsistensi
padat/kenyal/lunak 5) Batas dengan
jaringan di sekitarnya tegas atau tidak 6) Dapat digerakkan
atau melekat pada jaringan di sekitarnya 7) Nyeri tekan area
sekitar benjolan B.
Palpasi Payudara
kiri dengan posisi berbaring menggunakan tangan kanan Masih
dengan posisi berbaring ·
Periksa
payudara kiri dengan meletakkan bantal kecil di bawah punggung kiri dan
mengangkat lengan kiri ke atas. ·
Menggunakan
telapak jari ke dua, tiga dan empat tangan kanan, raba payudara dengan sedikit
tekanan dan gerakan memutar. ·
Periksa
seluruh permukaan payudara dari dalam (dari ujung puting) ke arah luar ·
Perhatikan
apakah teraba benjolan atau massa, kemudian perhatikan: 1) Letak 2) Ukuran panjang dan
lebar serta ketebalan 3) Permukaan rata atau
tidak (berdungkul) 4) Konsistensi
padat/kenyal/lunak 5) Batas dengan
jaringan di sekitarnya tegas atau tidak 6) Dapat digerakkan
atau melekat pada jaringan di sekitarnya 7) Nyeri tekan area
sekitar benjolan 5.
Catat hasil SARARI ·
Ambil
kertas dan ballpoint yang telah disiapkan sebelumnya kemudian lakukan
pencatatan dari hasil SARARI bulan ini. Beri tanda pada hal-hal tertentu yang
perlu diperhatikan pada kondisi payudara bulan ini. ·
Gunakan
catatan tersebut untuk mengamati perubahan pada payudara dari bulan ke bulan. · Konsultasikan dengan dokter bila ada hal-hal tertentu yang mencurigakan Cukup mudah bukan..... ingat untuk selalu melakukan SARARI setiap bulan agar kanker payudara dapat terdeteksi sejak dini... << BACK |
Seluruh Topik |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
© BIDADARIKU 2008, www.bidadariku.com. This page is copyrighted. All right reserved BIDADARIKU. Best View with Internet Explorer at 1024 x 768, Powered by Sidhi Ciang. |